Terdapat 3 konsep mengenai teori asam basa, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Teori Asam Basa Menurut Arrhenius
Arrhenius mengemukakan suatu teori dalam disertasinya
(1883) yaitu bahwa senyawa
ionik dalam larutan akan terdissosiasi menjadi ion-ion
penyusunnya.
Menurut Arrhenius:
Asam organik adalah asam karboksilat atau asam yang
terbentuk karena persenyawaan dengan senyawa organik (misalnya hidrokarbon).
Contoh asam organik:
- Asam asetat (CH3COOH)
- Asam benzoat (C6H5COOH)
- Asam format (HCOOH)
Semua asam organik adalah asam lemah.
Sebagai tujuan dari topik ini, kita akan melihat
definisi dari asam sebagai “substansi yang memberi ion (proton) ke yang lain”.
Dapat dilihat bagaimana mudahnya asam melepas ion hidrogen ke molekul air saat
mereka larut dalam air.
Asam pada larutan memiliki kesetimbangan sebagai
berikut:
Sebuah atom hidroksinium dibentuk bersama-sama dengan
anion (ion negative) dari asam.
Persamaan ini kadang-kadang disederhanakan dengan
menghilangkan air untuk menekankan ionisasi dari asam.
Maksud dari asam organik merupakan asam lemah adalah
karena ionisasi sangat tidak lengkap. Pada suatu waktu sebagian besar dari asam
berada di larutan sebagai molekul yang tidak terionisasi. Sebagai contoh pada
kasus asam etanoik, larutan mengandung 99% molekul asam etanoik dan hanya 1
persen yang benar benar terionisasi. Posisi dari kesetimbangan menjadi bergeser
ke arah kiri.
Asam organik dicirikan oleh adanya atom hidrogen yang
terpolarisasi positif. Terdapat dua macam asam organik, yang pertama adanya
atom hidrogen yang terikat dengan atom oksigen, seperti pada metil alkohol dan
asam asetat. Kedua, adanya atom hidrogen yang terikat pada atom karbon di mana
atom karbon tersebut berikatan langsung dengan gugus karbonil (C=O), seperti
pada aseton.
Metil alkohol mengandung ikatan O-H dan karenanya bersifat
asam lemah, asam asetat juga memiliki ikatan O-H yang bersifat asam lebih kuat.
Asam asetat bersifat asam yang lebih kuat dari metil alkohol karena basa
konjugat yang terbentuk dapat distabilkan melalui resonansi, sedangkan basa
konjugat dari metil alkohol hanya distabilkan oleh keelektronegativitasan dari
atom oksigen.
Keasaman aseton diperlihatkan dengan basa konjugat yang
terbentuk distabilkan dengan resonansi. Dan lagi, datu dari bentuk resonannya
menyetabilkan muatan negatif dengan memindahkan muatan tersebut pada atom
oksigen.
2. Teori Asam Basa Menurut Bronsted Lowry
Pada tahun 1923, Johannes Bronsted (Denmark) dan Thomas Lowry (Inggris) mempublikasikan tulisan yang mirip satu-sama lain secara terpisah. Pendekatan teori asam-basa Bronsted-Lowry tidak terbatas hanya pada larutan berair, tetapi mencakup semua sistem yang mengandung proton H+
Menurut Bronsted-Lowry:
- Asam: zat/senyawa yang dapat mendonorkan proton H+ bisa berupa kation atau molekul netral.
- Basa: zat/senyawa yang dapat menerima proton H+ , bisa berupa anion atau molekul netral.Hubungan Teori Bronsted-Lowry dengan Teori Arrhenius Teori asam-basa Bronsted-Lowry tidaklah bertentangan dengan teori asam-basa Arrhenius, justru lebih melengkapi. Ion hidrok sida tetap bertindak sebagai basa, karena mampu menerima ion hidrogen dari asam dan jugadari air. Asam menghasilkan ion hidrogen dalam larutan sebab asam bereaksi dengan molekul air dengan cara memberikan protonnya kepada air.Ketika gas hidrogen klorida dilarutkan dalam air, molekul hidrogen klorida akan memberikan protonnya (sebagai ion hidrogen) kepada air untuk menghasilkan asam klorida.Ikatan koordinasi terbentuk antara satu pasang elektron bebas pada atom oksigen dengan ion hidrogen dari HCl menghasilkan ion hidronium (H3O+ )3. Teori Asam Basa Menurut LewisPada teori asam-basa Arrhenius tidak dijelaskan perilaku asam-basa dalam larutan tidakberair dan pada teori asam-basa Bronsted-Lowry tidak diterangkan akan adanya sistem yangtidak terprotonasi. G.N. Lewis, pada tahun 1923, mengemukakan teori asam-basa dalambuku Thermodynamics and the Free Energy of Chemical Substance.Menurut Lewis :
- Asam: zat/senyawa yang dapat menerima pasangan elektron bebas dari zat/senyawalain untuk membentuk ikatan baru.
- Basa: zat/senyawa yang dapat mendonorkan pasangan elektron bebas dari zat/senyawa lain untuk membentuk ikatan baru.
Produk dari reaksi asam-basa Lewis merupakan senyawa kompleks. Proton merupakan asamLewis. Lewis mengembangkan reaksi asam-basa yang menyangkut zat/senyawa yang tidakmempunyai atom H dalam senyawanya. Secara umum, reaksi asam-basa Lewis terjadi apabila ada basa yang mendonorkan pasangan elektronnya dan asam yang menerima pasangan elektron tersebut untuk membentuk ikatan baru. Produk yang terjadi dari reaksi asam-basa Lewis disebut dengan senyawa kompleks (adduct) dan ikatan yang terjadi adalah ikatan kovalen koordinasi. Contoh sederhana dari reaksi asam-basa Lewis adalah reaksi pembentukan ion hidronium dan ion amonium.Pembentukan ion hidronium:Pembentukan ion amonium :Pertanyaan :Mengapa asam organik termasuk kedalam asam lemah dan bagaimana perbedaan asam organik denga asam anorganik? -Lny.
Karena pada asam organik lemah karena semua senyawa organik elektrolit dalam air terionisasi tidak sempurna, sehingga masih terdapat ion sisa. Contohnya pada asam krboksilat yaitu asam asetat.
BalasHapuskarena senyawa organik yang mempunyai derajat keasaman,Pada bidang biologi, terdapat gugus asam dengan derajat keasaman yang rendah, misalnya gugus -OH, -SH, gugus enol, gugus fenol. Senyawa bio-organik dengan gugus semacam ini tidak digolongkan sebagai asam organik. Contoh senyawa tersebut antara lain: asam laktat, asam asetat, asam format, asam sitrat dan asam oksalat.
BalasHapusdan perbedaan asam organik dan anorganik adalah:
Asam Anorganik / Asam Mineral Definisi Asam mineral merapakan sejenis asam yang diturunkan dari reaksi kimia mineral-mineral anorganik (berlawanan dengan asam organik). Asam ini memiliki atom hidrogen yang berikatan kovalen dengan anion, seperti misalnya sulfat atau klorida.
Asam Organik Definisi Asam organik merapakan sejenis asam yang merupakan senyawa organik yang dapat melepasakan ion H+ dalam larutannya. Adapun senyawa organik merupakan senyawa yang mengandung atom karbon yang senyawanya diperoleh dari makhluk hidup.
karena asam organik memiliki derajat keasaman yang kecil Asam lemah (yaitu, sejumlah cukup banyak HA dan A- terdapat bersama-sama dalam larutan; sejumlah kecil H3O+ ada dalam larutan; asam hanya terurai sebagian). Misalnya, nilai Ka untuk asam asetat adalah 1,8 × 10-5. Kebanyakan asam organik merupakan asam lemah.
BalasHapusAsam Anorganik / Asam Mineral Definisi Asam mineral merapakan sejenis asam yang diturunkan dari reaksi kimia mineral-mineral anorganik (berlawanan dengan asam organik). Asam ini memiliki atom hidrogen yang berikatan kovalen dengan anion, seperti misalnya sulfat atau klorida.
Asam Organik Definisi Asam organik merapakan sejenis asam yang merupakan senyawa organik yang dapat melepasakan ion H+ dalam larutannya. Adapun senyawa organik merupakan senyawa yang mengandung atom karbon yang senyawanya diperoleh dari makhluk hidup.
Asam organik dikatakan sebagai asam lemah
BalasHapusSebagai tujuan dari topik ini, kita akan melihat definisi dari asam sebagai “substansi yang memberi ion (proton) ke yang lain”. Dapat dilihat bagaimana mudahnya asam melepas ion hidrogen ke molekul air saat mereka larut dalam air.
Asam pada larutan memiliki kesetimbangan sebagai berikut:
AH+H2O menjadi A + H3O
Sebuah atom hidroksinium dibentuk bersama-sama dengan anion (ion negative) dari asam.
Asam dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu asam organik dan asam anorganik. Asam organik merupakan senyawa asam karbon yang dihasilkan tumbuhan dan hewan. Sedangkan asam anorganik merupakan asam yang dibuat dari mineral-mineral dan nonlogam. Asam aonrganik dalam keadaan pekat biasanya korosif, dapat melukai kulit, dan dapat melarutkan logam dengan cepat, bahkan kaca, misalnya asam flourida (HF) yang dapat melarutkan kaca.